Bandar Lampung – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) sukses menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul "Pesta Babi". Acara yang memiliki sarat makna kritik sosial ini, berlangsung pada Rabu malam Kamis, 29 April 2026, bertempat di Angkringan Nohan, Kedaton, Bandar Lampung, Lampung, tepatnya di samping Universitas Teknokrat Indonesia.
Kegiatan ini bukan sekadar tontonan, melainkan wujud nyata empati dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan, penindasan, dan pelecehan martabat manusia. Bahkan juga membahas kegagalan sistem pendidikan hari ini. Film ini memotret betapa pilunya realita di mana hak-hak dasar rakyat dirampas, dan nyawa manusia diperlakukan tidak berharga demi kepentingan dan keserakahan kekuasaan.
Muhammad Iman Ibrohim, Gubernur FDIK UIN RIL, menyampaikan pesan yang menyayat hati dan penuh semangat perjuangan.
"Kepada seluruh Mahasiswa, Kaum intelektual, dan Masyarakat Lampung, khususnya saudara-saudara kami di Papua, kami hadir di sini untuk berteriak lantang bahwa PAPUA BUKAN TANAH KOSONG. Kami melihat penderitaanmu! Kami mendengar jeritanmu! Film 'Pesta Babi' ini adalah bukti nyata betapa kejamnya sistem yang memperlakukan manusia jauh lebih hina daripada hewan. Ketika kami melihat bagaimana darah tumpah dan hak dirampas, hati kami bergetar marah. Rakyat bukanlah sapi perahan, bukan objek eksploitasi, dan apalagi sampah yang bisa dibuang seenaknya!. Apa yang menimpa saudara-saudara di Papua adalah luka bersama. Ketidakadilan di mana saja, adalah ancaman bagi keadilan di mana saja. kita tidak akan pernah diam melihat saudara sebangsa dan setanah air diperlakukan tidak adil, ditindas, dan hak hidupnya dirampas. Berhentilah mempermainkan nyawa manusia!. Human dignity adalah harga mati yang tidak boleh diganggu gugat!" tegasnya ketika berdiskusi dengan mata berapi-api (29/04/2026).
Kegiatan ini tidak jauh berbicara soal perjuangan hak asasi manusia, keadilan sosial dan sikap kolektif sesama Bangsa. Dalam mengoptimalkan diskusi pada Kegiatan ini, maka dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat yang peduli terhadap isu-isu publik.
Sementara itu, Nopal Sawaludin, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FDIK UIN RIL juga menegaskan komitmen kebersamaan ini.
"Melalui film ini, mata kita terbuka bahwa kemanusiaan sedang diuji. Kami mengajak seluruh kawan-kawan dan masyarakat untuk membuka mata hati. Jangan biarkan budaya 'pesta' di atas penderitaan rakyat terus berlanjut. Terutama untuk saudara-saudara di Papua, ketahuilah bahwa kalian tidak sendirian. Kami di sini, di Lampung, ikut merasakan sakit yang sama. Kami berdiri tegak bersamamu menuntut keadilan, menuntut kedamaian, dan menuntut hak untuk hidup bermartabat. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!" ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung hangat namun penuh emosi perjuangan ini ditutup dengan doa dan harapan agar segera tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.
red.
